LAPORAN HASIL PRAKTIKUM KIMIA ELEKTROLISIS



LAPORAN
HASIL PRAKTIKUM KIMIA
ELEKTROLISIS


















OLEH
KELOMPOK6
XII IPA 1

1.     AGUSTINA PERTIWI                            (01)
2.     ALIFIA HUSNUN ADILA                      (02)
3.    ARUM DYAH EKA                                  (04)
4. BENY MAULANA ACHSAN                  (07)








BAB I

A.     TUJUAN
Mempelajari perubahan – perubahan yang terjadi pada elektrolisis larutan Kalium Iodida (KI) dan larutan Tembaga (II) Sulfat (CuSO4)

B.     LANDASAN TEORI
Elektrolisis merupakan proses kimia yang mengubah energi listrik menjadi energi kimia. Komponen yang terpenting dari proses elektrolisis ini adalah elektroda dan elektrolit.
Elektroda yang digunakandalam proses elektrolisis dapat digolongkan menjadi dua yaitu :
a.     Kelektroda inert, sepertikalsium (Ca) , potassium , grafit(C) , platina(Pt) dan emas(Au)
b.    Elektrodaaktif, sepertiseng(Zn) , Tembaga (Cu) , dan perak (Ag)
Elektrolitnya dapat berupa larutan berupa asam ,basa , atau garam , dapat pula leburan garam halida atau leburan oksida. Kombinasi antara elektrolit dan elektroda menghasilkan tiga kategori penting elektrolisis, yaitu :
1.    Elektrolisis larutan dengan elektroda inert
2.    Elektrolisis larutan dengan elektroda aktif
3.    Elektrolisis leburan dengan elektroda inert
Pada elektrolisis ,katoda merupakan kutub negatif dan anoda merupakan kutub positif. Pada katoda akan terjadi reaksi reduksi dan pada anoda terjadi reaksi oksidasi.

SEL ELEKTROLISIS
Sel elektrolisis adalah sel elektrokimia yang menimbulkan terjadinya reaksi redoks yang tidak spontan dengan adanya energi listrik dari luar.Contohnya adalah elektrolisis lelehan NaCl dengan elektroda platina.Contoh lainnya adalah pada sel Daniell, jika diteraapkan beda potensial listrik dari luar yang besarnya melebihi potensial sel Daniell.
Faktor yang mempengaruhi proses elektrolisis :
1.    Jenis elektroda yang digunakan
2.    Kedudukan ion dalam seri elektrokimia
3.    Kepekatan ion

PERBEDAAN ANTARA SEL ELEKTROLISIS / SEL KIMIA
Sel elektrolisis dialirkan melalui elektrolit, ion – ion akan terurai dan bergerak ke masing – masing anoda dan katoda. Pengguraian elektrolit dilakukan oleh arus elektrik.Anion  bergerak menuju ke elektroda anoda  manakala kation bergerak menuju ke elektroda katoda. Sel kimia adalah sel yang menghasilkan tenaga elektrik melalui tindak balas kimia.Sel kimia dibina dari pada dua logam (elektrod) yang berlainan dicelupkan ke dalam suatu larutan masing – masing elektrolit.Elektroda Zn dicelupkan kedalam larutan ZnSO4.Elektroda Cu dicelupkan kedalam larutan CuSo4 dan dihubungkan oleh suatu jembatan garam.arus yang terhasil ialah sebanyak 1.10A



BAB II
PERCOBAAN
A.     ALAT DAN BAHAN
1.      Larutan tembaga (II) sulfat (CuSO4) 0,1M
2.      Larutan Kalium Iodida (KI ) 0,1M
3.      Elektrode karbon
4.      PP
5.      Larutan milum
6.      Gelas beker
7.      Kabel listrik
8.      Power supplu
9.      Kaca skat

B.     LANGKAH KERJA
1.      Rangka alat dan bahan seperti pada gambar dibawah ini.
elektrolisis1.jpeg

2.      Lakukan proses elektrolisis larutan KI 0,1M sampai terlihat perubahan warna pada kedua elektrode.
3.      Dengan menggunakan pipet tetes pindahkan larutan dari ruang katode kedalam dau tabug reaksi masing – masing ±1ml.
4.      Tambahkan dua tetes indikator fenolftalein (PP) pada tabung I dan tambahkan amilum pada tabung II
5.      Catat hasil pengamatan.
6.      Lakukan hal yang sama terhadap larutan dari ruang anode.
7.      Lakukan proses elektrolisis larutan Tembaga(II) Sulfat 0,1M dengan cara yang sama



BAB III
HASIL PENGAMATAN

A.     ELEKTROLISIS LARUTAN KI
Cairan Dari
Perubahan Selama Elektrolisis
+PP
+Amilum
Katode
Kuning
Kuning
Ungu
Anode
Putih
Merah Muda
Ungu

B.     ELEKTROLISIS LARUTAN CuSO4
Cairan Dari
Perubahan Selama Elektrolisis
+PP
+Amilum
Katode
Hijau
Biru Bening
Biru Keruh
Anode
Bening
Hijau Muda
Biru Tua

C.     REAKSI ELEKTROLISIS KI
Katode             : 2H2O(l) + 2e ----- 2OH-(aq) + H2
Anode : 2I- ----- I2 + 2e
Redoks            : 2H2O + 2I- ------ 2OH-(aq) + H2  + I2

D.    REAKSI ELEKTROLISIS CuSO4
Katode             : Cu2+ + 2e ---- Cu                               x2
Anode : 2H2O + 4H+ ---- 4H+ + O2 +4e         x1
2Cu2+ + 4e ---- 2Cu
2H2O + 4H+ ---- 4H+ + O2 +4e
Redoks            : 2Cu2+ +  2H2O  + 4H+ ---- 2Cu  + 4H+ + O2



BAB IV
PERTANYAAN

1.      Zat apakah yang terjadi di ruang anode dari hasil elektrolisis pada larutan KI maupun pada Larutan CuSO4 ? jelaskan
2.      Ion – ion apakah yang terdapat diruang katode setelah elektrolisis ? jelaskan
3.      Jelaskan persamaan reaksi yang terjadi di anode dan katode
4.      Berikan penjelasan mengenai hasil elektrolisis tersebut
5.      Kesimpulan apakah yang dapat dituliskan setelah melakukan kedua percobaan diatas?

Jawab  :
1.      Biladilarutan KI menghasilkan gas I2, sedangkanpadalarutan CuSO4mengahasilkan gas O2

2.      Padalarutan KI mengahasilkan ion OH-


3.      REAKSI ELEKTROLISIS KI
Katode             : 2H2O(l) + 2e ----- 2OH-(aq) + H2
Anode : 2I- ----- I2 + 2e
Redoks            : 2H2O + 2I- ------ 2OH-(aq) + H2  + I2
REAKSI ELEKTROLISIS CuSO4
Katode             : Cu2+ + 2e ---- Cu                               x2
Anode : 2H2O + 4H+ ---- 4H+ + O2 +4e         x1
2Cu2+ + 4e ---- 2Cu
2H2O + 4H+ ---- 4H+ + O2 +4e
Redoks            : 2Cu2+ +  2H2O  + 4H+ ---- 2Cu  + 4H+ + O2

4.      Jika di reaksielektrolisispadalarutan KI menghasilkan gas I2, gas H2, ion OH-Sedangkan di reaksielektrolisispadalarutan CuSO4menghasilkanlogam Cu, ion H+, dan gas O2.

5.                  Adanya H2 pada larutan KI dikatodenya menandakan adanya gelembung gas dan ion hidroksida menandakan larutan memiliki pH>7 atau basa. Jika ditetesi dean PP larutan akan berubah warna menjadi ungu dan bila diuji dengan amilum larutan yang awalnya kuning berubah arna menjadi biru kehitaman. Sehingga pada katode mengandug iodin

Pada larutan CuSO4 , bagian ande muncul gelembung – gelembung dan gas. Setelah percobaan dapat disimpulkan bahwa larutan CuSO4 tidak mengandung iodin dan memiliki pH netral karena warnanya tidak berubah.



6.      
BAB V
KESIMPULAN

Adanya H2 pada larutan KI dikatodenya menandakan adanya gelembung gas dan ion hidroksida menandakan larutan memiliki pH>7 atau basa. Jika ditetesi dean PP larutan akan berubah warna menjadi ungu dan bila diuji dengan amilum larutan yang awalnya kuning berubah arna menjadi biru kehitaman. Sehingga pada katode mengandug iodin.

Pada larutan CuSO4 , bagian ande muncul gelembung – gelembung dan gas. Setelah percobaan dapat disimpulkan bahwa larutan CuSO4 tidak mengandung iodin dan memiliki pH netral karena warnanya tidak berubah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Super Junior, Cinta Pertama di Kpop